Sentuhan Fisik
Sentuhan fisik sudah lama dikenal sebagai sarana untuk menyampaikan emosi kita. Dalam proses perkembangan bayi, sentuhan-sentuhan fisik (dibelai, digendong, dipegang, dst) sangat berperan. Orang tua yang bijak, dalam budaya manapun, adalah orang tua yang menyentuh anak-anaknya.
Dalam perkawinan, sentuhan fisik juga wahana yang sangat luar biasa untuk menyampaikan cinta. Bagi sebagian orang, sentuhan fisik merupakan bahasa primer, tanpa sentuhan mereka merasa kurang dicintai.
Tidak seperti indera lain, sentuhan tidak hanya ada pada satu bagian saja. Reseptor-reseptor (penerima rasa sentuhan) terdapat di seluruh tubuh manusia. Apabila reseptor itu disentuh, safat membawa impuls (rangsang) itu ke otak yang kemudian akan menafsirkannya sebagai rasa sakit atau nikmat. Namun tidak semua bagian tubuh adalah reseptor yang baik. Ujung lidah sangat peka dan punggung adalah bagian tubuh yang paling tidak peka.
Sentuhan fisik bisa menyampaikan benci atau cinta, membangun atau merusak cinta. Bagi orang yang bahasa primernya adalah sentuhan, sentuhan fisik akan memberikan pesan yang lebih lantang daripada kata-kata, "Aku cinta kamu." Dan, karena seluruh tubuh adalah reseptor sentuhan, sentuhan cinta dalam perkawinan bisa mempunyai banyak bentuk.
Sentuhan cinta itu dapat dilakukan dengan terus terang dan menuntut perhatian anda sepenuhnya. Bisa juga, sentuhan itu dilakukan tidak terang-terangan dan hanya berlangsung dalam sekejap, misalnya meletakkan tangan di bahu pasangan. Menemukan cara-cara baru dan tempat-tempat baru untuk menyentuh adalah suatu tantangan yang menggairahkan. Temukan di bagian manakah pasangan anda senang di sentuh, cari kesempatan untuk melakukannya. Pasangan anda adalah instruktur anda.
Tubuh Disediakan untuk Disentuh
Apa yang ada dalam diri anda adalah tubuh anda. Menyentuh tubuh berarti menyentuh diri. Namun perlu diingat bahwa masyarakat mempunyai aturannya sendiri mengenai sentuhan fisik ini. Misalnya ada cara yang pantas dan tidak pantas untuk menyentuh wanita. Aturan-aturan ini perlu diperhatikan walaupun dalam perkawinan aturan itu ditentukan oleh pasangan sendiri.
Krisis dan Sentuhan Fisik
Hampir secara naluriah dalam saat kritis, kita saling berpelukan. Mengapa? Karena sentuhan fisik merupakan komunikator cinta yang kuat sekali. Dalam saat kritis, kita perlu merasa dicintai lebih dari pada saat biasa. Semua perkawinan mengalami krisis. Kalau bahasa primer pasangan anda adalah sentuhan, kata-kata anda tidak akan mengandung banyak arti, tetapi sentuhan fisik akan menyampaikan bahwa anda peduli. Kelalaian untuk menyentuh mungkin saja tidak akan dilupakan oleh pasangan anda.
[Untuk baca bagian lain klik judul-judul ini ... Jatuh Cinta dan Nasibnya: Jatuh cinta dan nasibnya: bagaimana menjaga agar cinta kasih tetap hangat. Bahasa Cinta Pertama: kata-kata yang mendukung. Bahasa Cinta Kedua: saat-saat mengesan. Bahasa Cinta Ketiga: menerima hadiah-hadiah. Bahasa Cinta Keempat: pelayanan. Bahasa Cinta kelima: Bahasa sentuhan fisik.]
Pelayanan
Pelayanan artinya melakukan hal-hal yang anda tahu pasangan anda menginginkan supaya anda melakukannya. Anda berusaha menyenangkannya dengan melayaninya, mengutarakan cinta anda dengan melakukan hal-hal untuknya.
Melakukan hal-hal seperti memasak, membersihkan rumah, dst. --hal-hal yang memang memerlukan pemikiran, perencanaan, waktu, usaha dan energi-- jika dilakukan dengan semangat positif, tindakan-tindakan itu sungguh merupakan pengungkapan cinta. Kristus mengajar para muridNya untuk saling mengasihi, dan Ia memberi contoh tentang bagaimana mengungkapkan kasih itu dengan membasuh kaki mereka.
Kesedan Kaki atau Kekasih?
Bila anda sungguh mencintai tidak mungkin akan memperlakukan pasangan sebagai kesedan kaki. Apabila kita memperlakukan pasangan kita sebagai obyek, kesedan kaki, kita meniadakan kemungkinan tumbuhnya cinta. Manipulasi melalui perasaan bersalah, bukan bahasa cinta. Paksaan melalui rasa takut adalah sesuatu yang asing bagi cinta.
Membiarkan diri dimanipulasi atau dimanfaatkan orang lain sebagai kesedan kaki juga bukan tindakan cinta: anda membiarkan pasangan mengembangkan tindakan tidak manusiawi. Kekasih bukan kesedan kaki.
Mengatasi Stereotip
Setiap budaya atau masyarakat mempunyai gambaran tertentu mengenai peranan suami-istri dalam sebuah perkawinan. Gambaran tertentu itu, atau bisa disebut juga stereotif peran, anda warisi dari orang tua sendiri atau dari masyarakat sekitar, dan kemudian anda gunakan untuk memandu peranan anda sendiri dalam perkawinan anda. Hanya saja kita harus sadar bahwa stereotif peranan suami-istri berubah sejalan dengan perkembangan jaman. Memang tidak semua stereotif peranan itu berubah, namun media massa dan cara hidup modern sudah sangat mempengaruhi.
Kesediaan untuk merubah stereotif peranan sangat penting bila anda ingin mengungkapkan cinta secara lebih efektif. Tidak ada gunanya, atau bahkan lebih sering sangat merugikan, untuk mempertahankan stereotif peranan suami-istri dalam cinta-perkawinan. Sebaliknya akan ada keuntungan besar bila anda berani merubah cara atau stereotif peranan anda.
[Untuk baca bagian lain klik judul-judul ini ... Jatuh Cinta dan Nasibnya: Jatuh cinta dan nasibnya: bagaimana menjaga agar cinta kasih tetap hangat. Bahasa Cinta Pertama: kata-kata yang mendukung. Bahasa Cinta Kedua: saat-saat mengesan. Bahasa Cinta Ketiga: menerima hadiah-hadiah. Bahasa Cinta Keempat: pelayanan. Bahasa Cinta kelima: Bahasa sentuhan fisik.]
Menerima Hadiah-hadiah
Dalam banyak budaya, ternyata pemberian hadiah merupakan bagian dari proses cinta-perkawinan. Bisa jadi, pemberian hadiah merupakan pengungkapan fundamentil dari cinta, yang menembus dasar-dasar budaya.
Suatu hadiah adalah sesuatu yang dapat anda pegang di tangan, "Ia mengingat aku." Hadiah merupakan simbol sang pemberi yang mengasihi. Hadiah merupakan simbol visual dari cinta. Dan, bagi orang-orang tertentu simbol cinta yang kelihatan nyata itu mempunyai arti yang sangat penting. Anda bisa menjadi pemberi hadiah yang piawai, inilah bahasa cinta yang paling mudah dipelajari.
Anda yang ingin belajar menggunakan bahasa cinta ini, bisa mulai dengan membuat daftar dari pemberian-pemberian yang telah membuat pasangan anda sangat bahagia. Hadiah-hadiah yang dicatat di sini bisa yang berasal dari anda atau orang lain. Daftar itu akan memberikan ide kepada anda untuk memilih hadiah yang tepat. Segeralah memberi hadiah, jangan tunggu datangnya saat istimewa.
Hadiah dan Uang
Jika anda ingin menjadi pemberi hadiah yang efektif, anda mungkin harus merubah sikap anda terhadap uang. Jika anda orang adalah seorang penabung, anda akan mengalami perlawanan batin untuk mengeluarkan uang sebagai ungkapan cinta. Dengan menabung, anda berinvestasi untuk kemantapan emosional diri anda sendiri. Namun perlu diingat, jika anda tahu bahwa menerima hadiah adalah bahasa primer pasangan anda, membelanjakan uang untuk hadiah baginya juga suatu investasi. Namun sekarang anda berinvestasi dalam cinta. Investasi ini sangat kokoh dan mantap.
Pemberian Diri
Pemberian diri atau pemberian kehadiran adalah pemberian yang tidak dapat diraba namun sering bergaung lebih nyaring. Hadir di sana waktu pasangan anda membutuhkan berkumandang dengan nyaring baginya yang bahasa cinta primernya adalah menerima hadiah. Bagi orang tertentu, sungguh tidak ada yang lebih berarti dari pada pemberian kehadiran ini.
Kehadiran fisik di saat kritis merupakan hadiah paling berharga yang dapat anda berikan jika bahasa cinta primer pasangan anda adalah menerima hadiah. Tubuh anda sendiri menjadi simbol cinta anda.
Hampir segala sesuatu yang ditulis mengenai cinta menunjukkan bahwa di pusat cinta terdapat semangat memberi. Pemberian tidak perlu mahal atau diberikan sesering mungkin. Nilai pemberian tidak berkaitan dengan nilai uang, tetapi kasih sayang yang mendorong di belakangnya.
[Untuk baca bagian lain klik judul-judul ini ... Jatuh Cinta dan Nasibnya: Jatuh cinta dan nasibnya: bagaimana menjaga agar cinta kasih tetap hangat. Bahasa Cinta Pertama: kata-kata yang mendukung. Bahasa Cinta Kedua: saat-saat mengesan. Bahasa Cinta Ketiga: menerima hadiah-hadiah. Bahasa Cinta Keempat: pelayanan. Bahasa Cinta kelima: Bahasa sentuhan fisik.]
Saat-saat Mengesan
Menciptakan saat-saat mengesan berarti memberi perhatian sepenuh-penuhnya. Misalnya saja duduk berdua di sofa, TV dimatikan dan koran diletakkan, saling berpandangan dan berbicara, saling memberi perhatian. Bayangkan suasananya seperti ketika dua remaja duduk memadu kasih di sebuah bangku taman. Tidak ada yang lebih menarik perhatian selain kekasih di samping.
Bila anda dan pasangan anda duduk bersama dan saling memberi perhatian selama sepuluh menit, anda saling memberi dua puluh menit dari kehidupan anda. Dua puluh menit yang indah itu tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. Memberi saat mengesan kepada pasangan adalah cara mengkomunikasikan cinta yang paling ampuh.
Kebersamaan
Aspek utama dari saat mengesan adalah kebersamaan. Bersama tidak selalu berarti kedekatan tempat. Yang paling penting adalah perhatian yang dipusatkan. Dari segi emosi, pokoknya kita sedang menghabiskan waktu yang dipusatkan satu sama lain. Aktivitas bersama hanyalah sarana untuk menciptakan kebersamaan, bukan tujuan.
Percakapan Mengesankan
Salah satu dialek atau jenis dari saat mengesan adalah percakapan yang mengesan, yaitu dialog simpatik antar dua orang yang saling berbagi pengalaman, pikiran, perasaan dan hasrat, dalam konteks yang ramah dan tidak terputus-putus.
Berbeda dengan bahasa cinta yang pertama, --yang berpusat pada apa yang kita katakan-- dalam percakapan yang mengesankan ini pusat perhatiannya pada apa yang kita dengar. Kita tetap memusatkan perhatian kepada pasangan dengan mendengar, memberi reaksi atau mengajukan pertanyaan yang sungguh-sungguh untuk mengerti pikiran, perasaan dan kehendak pasangan.
Sayang sekali, kita biasa dilatih untuk menganalisa masalah dan mencari jalan keluar. Kita lupa bahwa cinta-perkawinan adalah suatu relasi-hubungan, dan bukan suatu proyek untuk diselesaikan atau suatu masalah untuk dipecahkan. Oleh karena itu, seringkali kita tidak berhasil memberikan kata-kata yang mengesankan. Pasangan membutuhkan didengarkan, tetapi kita malah buru-buru marah atau memberi nasehat.
Suatu relasi-kasih memerlukan simpati untuk mendengarkan dengan maksud untuk mengerti pikiran, perasaan dan hasrat pasangan. Nasehat hanya diberikan bila diminta dan haruslah dengan cara yang bijaksana, jangan sampai terasa merendahkan.
Beberapa petunjuk praktis
- Apabila pasangan anda sedang berbicara, usahakan agar anda dapat saling memandang. Pandangan memberi kesan bahwa anda memberi perhatian penuh.
- Jangan mendengarkan pasangan anda sambil melakukan sesuatu yang lain. Ingatlah bahwa yang paling utama adalah memberi perhatian.
- Mendengarkan untuk mengetahui perasaan. Hanya kalau kita memahami apa yang dirasakan pasangan, dapat memberikan reaksi yang benar.
- Perhatikanlah bahasa tubuh. Bahasa tubuh seringkali menyampaikan pesan yang paling alami, walaupun kata-kata yang diucapkan memberi pesan yang lain. Tanyakan kejelasannya, kalau perlu.
- Janganlah menyela. Ingatlah bahwa tujuan anda adalah untuk memahami bukan untuk membela diri atau melemparkan tuduhan kepada pasangan.
Belajar Berbicara
Untuk terciptanya percakapan yang mengesan tidak hanya diperlukan kemampuan untuk mendengar secara simpatik, tetapi juga penyingkapan diri. Penyingkapan diri atau keterbukaan diri ini sangat membantu pasangan merasa dicintai dan dipercayai.Penyingkapan diri bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan karena banyak orang yang memang tidak terbiasa untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Bila orang seperti itu ingin mempelajari bahasa percakapan yang mengesankan, ia pertama-tama harus sadar bahwa dirinya adalah mahluk yang punya emosi. Penyadaran itu bisa dibantu dengan mengamati emosi-emosi yang muncul ketika jauh dari rumah. Catatlah kejadian-kejadian yang anda alami dan perasaan yang muncul. Komunikasikan kepada pasangan anda. Lambat laun, anda akan terbiasa.
Tipe-tipe Personalitas
Dalam hal bicara, kita dipengaruhi oleh personalitas kita. Ada dua tipe dasar personalitas. Yang pertama, tipe 'Laut Mati'. Orang yang bertipe ini, menerima banyak pengalaman, emosi, dan pikiran sepanjang hari. Mereka mempunyai tempat yang besar untuk menyimpan semuanya itu, dan sangat berbahagia untuk tidak mengatakan apa-apa. Yang kedua, tipe 'Susukan Gemeresak'. Untuk orang yang bertipe ini, apapun yang masuk ke dalam telinga dan mata, keluar melalui gerbang mulut, jarang terdapat jeda enam puluh detik di antaranya.
Kedua tipe ini sama-sama tidak menguntungkan untuk membangun percakapan yang mengesankan. Bagi mereka diperlukan latihan yang teratur dan disiplin untuk mendengar dan membuka diri.
Aktivitas Mengesankan
Aktivitas mengesankan bisa suatu aktivitas yang anda sendiri atau anda berdua minati. Tekanannya bukan pada apa yang sedang anda lakukan, tetapi mengapa anda melakukannya, yaitu untuk mencintai pasangan anda. Tujuannya adalah mengalami sesuatu bersama, sehingga pasangan mendapatkan perasaan, "Ia peduli padaku, mau melakukan bersamaku." Hasil tambahan dari aktivitas mengesankan ini adalah kenangan yang bisa ditimba di tahun-tahun mendatang.Bumbu-bumbu dari aktivitas mengesankan ini adalah (1) setidaknya sekali setahun salah satu dari anda mau melakukannya, (2) pasangan anda mau melakukannya, (3) anda berdua tahu mengapa anda berdua mau melakukannya
[Untuk baca bagian lain klik judul-judul ini ... Jatuh Cinta dan Nasibnya: Jatuh cinta dan nasibnya: bagaimana menjaga agar cinta kasih tetap hangat. Bahasa Cinta Pertama: kata-kata yang mendukung. Bahasa Cinta Kedua: saat-saat mengesan. Bahasa Cinta Ketiga: menerima hadiah-hadiah. Bahasa Cinta Keempat: pelayanan. Bahasa Cinta kelima: Bahasa sentuhan fisik.]
Kata-kata Pendukung
Mark Twain berkata,
"Saya bisa hidup dua bulan dari pujian yang baik."
Salomo berujar,
"Hidup dan mati dikuasai lidah."
Salah satu cara untuk mengungkapkan emosi kasih sayang adalah dengan menggunakan kata-kata yang mendukung. Ada beberapa bentuk atau jenis kata-kata pendukung. Dua bentuk yang pertama menyangkut jenisnya atau dialeknya, sedangkan yang selanjutnya menyangkut cara mengatakannya.
Kata-kata Pujian
Pujian dengan tutur kata atau kata-kata penghargaan merupakan komunikator cinta yang sangat ampuh. Paling baik kata-kata itu diungkapkan dalam ungkapan-ungkapan sederhana, terus terang dan mendukung. Misalnya, "Pa, kamu keren dengan baju ini," atau, "Ma, sayur asemmu enak sekali." Kata-kata pujian itu haruslah jujur, tidak dibuat-buat.
Dalam banyak kasus, kata-kata pujian adalah penggerak yang lebih ampuh dari pada cercaan. Tidak berarti kata-kata ini hanya bermanfaat untuk memaksa pasangan melakukan seperti yang kita inginkan. Sasaran cinta bukanlah mendapatkan sesuatu dari pasangan, tetapi melakukan sesuatu demi kesejahteraan pasangan. Kata-kata pujian yang baik akan membantu pasangan percaya diri, senang, merasa dekat, diperhatikan, dst.
Kata-kata pujian ini mengkomunikasikan, "Aku senang mempunyai pasangan kamu. Kamu adalah kekasih yang hebat. Aku berterima kasih kepadamu."
Kata-kata Mendukung
Setiap orang mempunyai bagian-bagian yang terasa kurang mantap atau kurang berani. Keragu-raguan itu sering menjadi penghambat untuk menyelesaikan hal-hal positif yang ingin kita lakukan. Potensi laten pasangan anda mungkin saja sedang menunggu kata-kata dorongan dari anda. Kata-kata anda mungkin akan membangkitkan keberanian yang diperlukan untuk memulai pengembangan dirinya.
Untuk dapat memberikan kata-kata pendukung yang baik, anda perlu punya rasa empati dan mencoba melihat dunia dari kaca mata pasangan anda. Hanya kalau kita tahu apa yang penting bagi pasangan, kita dapat memberi dorongan yang benar.
Kata-kata yang mendorong ini mengkomunikasikan, "Aku tahu kamu, aku peduli, aku selalu bersamamu dan bersedia membantumu."
Kata-kata Ramah
Cinta itu ramah. Jika harus mengkomunikasikan cinta dengan kata-kata, yang paling kena adalah dengan kata-kata yang ramah. Hal itu berkaitan dengan cara berbicara. Kalimat yang sama bisa mempunyai arti yang berbeda bila diucapkan dengan cara yang berbeda. Pasangan biasanya akan menafsirkan pesan kita berdasarkan nada suara, bukan hanya kata-kata yang kita gunakan.
Kata-kata yang ramah sangat baik untuk menghalau amarah dan jengkel. Jika anda memutuskan untuk menyayangi pasangan anda yang sedang marah itu, akan lebih berguna kalau anda menggunakan kata-kata yang lembut. Kata-kata yang lembut akan membuat pasangan tenang, merasa dimengerti dalam kemarahannya, dan terbantu untuk menyadari dirinya sendiri.
Cinta tidak menyimpan daftar kesalahan masa lalu dan setiap kali mengungkit-ungkitnya. Yang terlibat dalam cinta-perkawinan bukanlah manusia yang tidak dapat membuat kesalahan. Tidak mustahil anda menyakiti atau disakiti pasangan anda. Kesalahan-kesalahan seperti itu memang tidak dapat dihapuskan. Bila anda atau pasangan anda hanya berusaha untuk mempersalahkan dan kemudian mencari kesempatan untuk membalas, keintiman akan rusak. Namun kesalahan itu bisa diakui dan dimaafkan, maka keintiman akan pulih kembali. Pengampunan adalah cara cinta bertindak. Kata-kata yang ramah adalah cara yang paling bijaksana untuk mengakui kesalahan dan untuk mengungkapkan pengampunan.
Kata-kata yang Merendah
Cinta sejati tidak menuntut tetapi mengajukan permohonan, karena cinta hanya dapat diberikan dengan kerelaan. Apabila anda menuntut sesuatu dari pasangan, anda berlaku sebagai orang tua dan pasangan adalah anak, bukan kekasih. Dalam cinta-perkawinan yang adalah dua orang dewasa yang setara. Ingatlah akan kisah penciptaan Hawa.
Cara mengungkapkan hasrat atau keinginan sangatlah penting. Bila diungkapkan sebagai tuntutan, anda menghapuskan keintiman cinta suami-istri. Anda berlaku sebagai pihak yang lebih tinggi, punya hak atau kuasa. Dan, kemudian pasangan anda entah akan memenuhinya dengan berat hati atau bisa juga dengan keras menolaknya.
Apabila anda mengungkapkan hasrat dengan memohon, anda memperlakukan pasangan sebagai mitra sejajar, mengakui nilai dan kemampuannya. Anda mengakui pasangan anda mencintai anda, mempunyai sesuatu dan anda memberi kesempatan kepadanya untuk secara suka rela dan penuh kasih membagikannya untuk anda.
Catatan
Berbagai dialek atau cara pengungkapan kata-kata pendukung pada intinya sama yaitu menggunakan kata-kata untuk mendukung pasangan. William James mengatakan bahwa kebutuhan paling mendalam dari manusia adalah merasa dihargai. Bagi banyak orang, kata-kata pendukung memenuhi kebutuhan akan rasa dihargai itu.
Jika anda bukan orang yang menggunakan kata-kata pendukung sebagai bahasa cinta primer, dan berpikir justru itu yang menjadi bahasa primer pasangan, anda dapat berlatih menggunakannya. Kumpulkan dari sumber mana saja kata-kata yang positif mengenai orang lain, komunikasikan kepada pasangan anda, amatilah reaksinya, dan cobalah terus. Bisa juga dengan cara mengumpulkan hal-hal yang anda sukai dari pasangan anda. Buatlah daftar selengkapnya, ungkapkanlah penghargaan anda mengenai hal-hal yang anda sukai itu kepada pasangan anda.
[Untuk baca bagian lain klik judul-judul ini ... Jatuh Cinta dan Nasibnya: Jatuh cinta dan nasibnya: bagaimana menjaga agar cinta kasih tetap hangat. Bahasa Cinta Pertama: kata-kata yang mendukung. Bahasa Cinta Kedua: saat-saat mengesan. Bahasa Cinta Ketiga: menerima hadiah-hadiah. Bahasa Cinta Keempat: pelayanan. Bahasa Cinta kelima: Bahasa sentuhan fisik.]
Romantika Perkawinan
Jatuh Cinta dan Nasibnya
Untuk pasangan-pasangan
yang ingin tetap harmonis
dalam perkawinan mereka
Sebagian besar pasangan memasuki perkawinan melalui jalan dan pengalaman jatuh cinta. Saat seseorang bertemu dengan orang lain yang potongan fisik dan sifat kepribadiannya cukup kuat untuk menciptakan setrum listrik di hati dan menggugah cintanya, ia sedang berproses tenggelam dalam pengalaman jatuh cinta. Pada puncak proses itu, ia akan mengalami kebahagiaan dan kesegaran jasmani maupun rohani.
Secara emosional, dalam pengalaman jatuh cinta, orang terobsesi satu dengan yang lainnya. Yang ada dalam hidup orang bersangkutan hanyalah hasrat untuk selalu bersama dengan kekasihnya. Pada saat itu, orang mempunyai bayangan bahwa kekasihnya adalah sempurna. Tidak ada satupun yang buruk pada sang kekasih. Kemudian, orang mulai memimpikan perkawinan yang membawa kebahagiaan. Perbedaan dan kesulitan yang akan datang pasti akan dapat diselesaikan bersama.
Pada umumnya, orang mempercayai bahwa apabila ia sungguh jatuh cinta, keadaan itu akan bertahan seumur hidup. Sayang sekali, keabadian pengalaman jatuh cinta itu hanyalah khayalan. Para ahli menyimpulkan, obsesi romantis jatuh cinta paling-paling bertahan selama dua tahun. Bagaimanapun akhirnya orang harus turun dari awang-awang ke bumi kenyataan. Saat itulah mata orang mulai dapat jelas-jelas melihat kekurangan pasangannya.
Gagasan bahwa obsesi romantis akan bertahan selama-lamanya adalah keliru. Jatuh cinta memberikan bayangan bahwa seseorang memiliki hubungan yang intim, merasa memiliki satu sama lain. Orang menjadi altruistis, mau melakukan apapun demi kebaikan pasangan. Sebaliknya, ia pun yakin bahwa pasangan mau melakukan yang sama terhadap dirinya. Bayangan ini sebenarnya mengada-ada karena tidak realistis. Lupa diperhitungkan bahwa orang pada dasarnya egosentris, memusatkan segala sesuatu untuk dirinya, dan tidak akan dapat sepenuhnya altruistis, hanya demi orang lain. Ketika pengalaman jatuh cinta memudar, sifat asli itu mulai muncul. Sedikit demi sedikit keintiman menghilang, dan sebagai gantinya muncullah hasrat-hasrat, emosi, pikiran dan tingkah laku pribadi.
Beberapa ahli mengusulkan pengalaman jatuh cinta jangan disebut sebagai cinta. Pertama, karena itu bukan tindakan kemauan atau pilihan yang dilakukan secara sadar. Lebih tepat kalau disebut kesengsem. Kedua, karena hal itu terjadi tanpa usaha. Ketiga, karena sesungguhnya belum mengandung minat untuk memupuk kebaikan atau pertumbuhan pribadi orang yang digandrunginya. Orang merasa sudah berada di puncak tertinggi kebahagiaan hidup, tidak perlu kekasihnya berkembang karena ia sudah sempurna. Satu-satunya yang diinginkan adalah berharap agar sang kekasih tetap sempurna.
Jatuh cinta adalah perilaku ingin kawin yang secara naluriah sudah ditentukan secara genetis. Menurut Dr. Peck, jatuh cinta adalah respon stereotip manusia terhadap suatu konfigurasi dorongan-dorongan seks internal dan stimuli seksual eksternal, yang meningkatkan kemungkinan penyatuan dan keterikatan seksual sehingga mempertinggi kelestarian spesies.
Walaupun obsesi jatuh cinta tidaklah abadi, orang-orang tetap menganggap penting untuk memulai perkawinan dengan pengalaman ini. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan setelah obsesi itu kandas? Generasi lama memilih untuk menjalankan perkawinan penuh dengan penderitaan. Generasi baru memikirkan jalan untuk melompat keluar dari neraka itu.
Orang tidak harus memilih satu dari dua pemecahan itu. Ada pemecahan ketiga. Orang bisa menerima pengalaman jatuh cinta sebagaimana adanya, teler emosional sementara, dan mulai memperjuangkan cinta sejati. Cinta sejati bersifat emosional tetapi tidak obsesional, kesatuan emosi dan pikiran sehat. Untuk mendapatkan cinta yang demikian, diperlukan kemauan yang kuat dan disiplin, serta kesadaran akan perlunya pertumbuhan diri.
Usaha untuk mendapatkan cinta sejati berpangkal dari keputusan atau pilihan untuk mencinta. Dalam perkawinan cinta berarti, "Aku menikah denganmu, dan aku memilih untuk mengurus semua kepentinganmu." Kemudian, orang itu akan mencari cara-cara yang pantas untuk mengungkapkan pilihan dan keputusan tersebut.
Apakah cinta seperti itu masih mempunyai romantika atau tidak kering? Kebutuhan emosional untuk cinta harus dipenuhi kalau orang ingin perkawinan yang 'basah' atau romantis. Untuk itulah ditawarkan pembahasan mengenai lima bahasa cinta.
selalu Penuh
Hampir setiap orang setuju bahwa cinta memainkan peran utama dalam kehidupan. Orang bijak berkata, "Cinta membuat dunia ini berputar." Para psikolog menyimpulkan bahwa merasa dicintai merupakan kebutuhan emosional primer manusia. Demi cinta orang rela mendaki gunung, menyeberangi lautan, dan melintasi rimba raya. Setiap anak mempunyai kebutuhan emosional mendasar akan kasih sayang agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang. Mengenai anak-anak ini digunakan metafor atau gambaran, "Dalam diri setiap anak terdapat tangki emosional yang ingin diisi dengan kasih sayang." Apabila seorang anak merasa sungguh-sungguh dicintai, tangki cintanya penuh, ia akan berkembang secara normal. Sebaliknya, bila tangki itu tidak diisi oleh orang tuanya, mereka akan mencari pengisinya yaitu kasih sayang di tempat-tempat yang salah dan sering dengan cara-cara yang salah pula.
Merasa dicintai bukan hanya kebutuhan emosional pada masa kanak-kanak. Kebutuhan itu mengikuti setiap orang seumur hidupnya. Dalam inti keberadaan manusia terdapat hasrat untuk bergaul intim dan dicintai oleh orang lain. Hasrat itu tidak akan pernah pudar, seperti mobil selalu membawa tangki bahan bakarnya dan selalu membutuhkan untuk diisi.
Inti dari hasrat perkawinan juga adalah kebutuhan untuk merasa dicintai, tentu saja oleh pasangan. Perkawinan dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan cinta dan keintiman. Kitab kejadian mengistilahkan perkawinan sebagai 'tubuh yang menyatu'.
Bila kemudian tragedi perkawinan terjadi, impian untuk hidup bahagia selamanya telah diremukkan oleh dinding keras realita, mungkin tangki cinta pasangan-pasangan itu telah kosong. Sering orang mengeluh, "Cinta kami sudah lenyap, hubungan kami sudah mati. Dulu kami merasa dekat, tetapi sekarang tidak. Kami tidak lagi menikmati saat-saat bersama. Kami tidak memenuhi kebutuhan satu sama lain."
Menjaga agar tangki cinta tetap penuh dalam sebuah perkawinan, sama pentingnya dengan menjaga penuhnya isi tangki bahan bakar mobil. Namun, harga yang harus dibayar untuk menjalankan perkawinan dengan tangki cinta yang kosong, jauh lebih mahal daripada sekedar lupa mengisi bahan bakar mobil.
Apa yang Terjadi
pada Cinta
Setelah Pernikahan?
Keinginan mendapat cinta yang romantis dalam suatu perkawinan menjadi dambaan setiap orang. Namun nampaknya hanya sedikit saja pasangan yang menemukan rahasia bagaimana tetap menghidupkan cinta mereka setelah pernikahan. Berbagai pemecahan yang ditawarkan oleh majalah dan buku-buku, sepertinya tidak berbuah banyak. Rupa-rupanyanya, orang telah mengabaikan satu kenyataan fundamental bahwa setiap orang berbicara dalam bahasa cinta yang berbeda-beda.
Dalam kehidupan mencinta, terjadi hal yang sama. Masing-masing orang mempunyai bahasa emosional cinta yang utama atau primernya sendiri-sendiri sebagai akibat bentukan masa lalunya. Bisa saja terjadi, atau bahkan sangat sering terjadi, bahasa cinta primer antara suami dan istri tidaklah sama. Akibatnya kesungguhan cinta suami-istri tidak dapat ditangkap satu sama lain sehingga seolah cinta sudah tidak lagi mewarnai hubungan mereka.
Sekarang menjadi jelas, kalau seorang istri ingin supaya cintanya dapat ditangkap oleh suaminya, ia harus mempelajari bahasa cinta suaminya. Begitu pula sebaliknya. Begitu suami-istri sudah mampu mengenali dan belajar berbicara dalam bahasa cinta primer pasangannya, mereka sudah menemukan kunci memasuki perkawinan yang panjang dan penuh kasih sayang.
Dari seribu satu cara yang telah ditawarkan berbagai buku dan majalah, bisa disimpulkan sebenarnya hanya ada lima bahasa cinta primer yang utama. Dalam berbagai variasinya kelima bahasa cinta primer itu adalah (1) kata-kata pendukung, (2) saat-saat berkesan, (3) menerima hadiah-hadiah, (4) pelayanan, dan (5) sentuhan fisik. Masing-masing orang mempunyai bahasa cinta primer satu dari antara lima ini.
[Untuk baca bagian lain klik judul-judul ini ... Jatuh Cinta dan Nasibnya: Jatuh cinta dan nasibnya: bagaimana menjaga agar cinta kasih tetap hangat. Bahasa Cinta Pertama: kata-kata yang mendukung. Bahasa Cinta Kedua: saat-saat mengesan. Bahasa Cinta Ketiga: menerima hadiah-hadiah. Bahasa Cinta Keempat: pelayanan. Bahasa Cinta kelima: Bahasa sentuhan fisik.]