Saya yakin banyak dari teman yang tidak tahu nama tanaman ini. Memang ini tanaman temuan baru saya. Cantik ya. Apalagi kalau sudah muncul bunga merah di tengah.

Saya curiga, tanaman ini mempunyai potensi mengandung zat aktif yang mampu melawan berbagai penyakit mematikan seperti kanker atau bahkan HIV. Silakan teman peneliti mencari tahu. Kalau perlu saya bisa mengirimkan tanaman ini dengan gratis. Siapa tahu betul bermanfaat.

Apa betul temuan saya? He he saya tidak tahu. Anggap saja saya sedang bergurau. Tetapi kali ini saya serius mau memberi nama kepadanya Herba Exempla Problema Humana. Mengapa saya ngotot mau memberinya nama? Begini ceriteranya.

Pada suatu ketika, saya dan istri (jelek-jelek begini ternyata laku juga, ada yang mau jadi istri) mengunjungi tempat penjual tanaman hias. Dari beberapa tanaman yang kami beli, saya memilih satu pot. Istri saya heran. Yang saya pilih bukan pot tanaman hias yang bagus, sudah ada beberapa di rumah. Saya tetap ngotot, karena diam-diam saya melihat ada tanaman lain di bawahnya, yaitu si cantik di foto atas.

Selama satu dua bulan saya kebetulan tidak intens memperhatikan kebun-taman rumah kami. Suatu ketika saya kaget karena si cantik ternyata sudah berkembang biak dan menebarkan anak-anaknya ke segala penjuru kebun. Di pot ada, di bawah pohon ada .... Wah sekarang jadi merepotkan. Tanaman cantik telah berubah menjadi rumput liar. Betul-betul merepotkan. Seberapa bersihpun kami membuangnya, selalu saja ada yang masih tersisa. Selang satu dua hari sudah berkembang menjadi besar ... dst.

Itulah alasan mengapa saya memberi nama HERBA EXEMPLA PROBLEMA HUMANAE. Dia contoh yang sangat tepat untuk hidup kita. Beberapa problem dalam hidup datang karena kita sendiri yang mengundang. Mungkin pertama-tama karena kita tidak tahu dampaknya, tapi yang jelas setelah masuk dalam hidup kita jadi betul-betul merepotkan. Berhati-hatilah hidup ...
Saya membaca sebuah cerita mengharukan dari majalah Intisari Januari 2008. Kali ini bukan soal kristik atau pola kristik, tetapi tentang rasa bakti kepada orang tua. Sayang kalau teman-teman tidak ikut membaca, saya kutipkan langsung seluruhnya:
Coba, kurang berbakti apa kakak-beradik Wang Kai (56) dan Wang Rui (54) kepada ibunya. Mereka membawa sang ibu, Ny. Wang Yuxia (78), dengan kereta tiga roda tanpa mesin yang bergantian mereka tarik keliling Cina!
Sejak berangkat dari kampung halaman di Lanxi, Provinsi Keilongjiang bagian timur laut pada 24 September, perjalanan mereka akan berlangsung selama 10 bulan dan berakhir di Beijing saat Olimpiade 2008 berlangsung.
"Gagasan ini muncul 10 tahun lalu ketika saya membaca berita, ada seorang pria yang mengajak ibunya berkeliling negeri dengan becak roda tiga," kata Wang Kai. "Setelah menunda-nunda, akhirnya saya memutuskan untuk pergi dengan mengajak adik saya, persis setelah saya pensiun."
Kereta itu mereka buat selama enam bulan. Kereta warna-warni berhiasan naga emas dan ornamen gantung pada sudut-sudut atapnya. Terdapat jendela keliling, dan bagian atasnya bisa ditinggikan untuk ruang tidur saat mereka istirahat.
Saat difoto di Hongkong, Desember lalu, setelah menempuh jarak 3.000 km, Ny. Wang terlihat ceria. "Seumur hidup aku belum pernah pergi dari kota kelahiranku. Ternyata negeri ini sangat indah," katanya.
Kakak beradik Wang menyebut kereta itu "Thanksgiving". Mereka berharap perjalanan unik itu akan mengajar orang tentang semangat dan menyentuh hati mereka.
Wang bersaudara bergantian menarik kereta tiga roda untuk mengantarkan ibunya
berkeliling Cina.
Kisah nyata ini menarik bukan? Ya, selagi mereka masih ada, apalagi sehat walafiat, mungkin kita lupa arti penting mereka. Dua anak di atas sungguh berhasil mengetuk hati. Jangan menunda lagi bakti kepada orang tua. Jangan sampai sudah terlambat nanti. Sehebat apapun rasa kehilangan kita, mereka sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Saat ini selagi mereka ada buatlah sesuatu. Kristik foto misalnya. Biarlah mereka sempat melihat anak-anaknya tidak malu memajang foto mereka. Ini hanya contoh bakti kecil. Ungkapan terima kasih kepada mereka masih ada sejuta lagi yang lain ... mari bahagiakan mereka.