Sampai saat ini, dia belum tahu kalau saya buatkan kristik foto. Beberapa hari lagi, saya akan membuatnya kaget.Siapakah Pak Latief itu? Dia adalah penjual bakso di depan kolam renang jalan Gerilya Timur Purwokerto. Kalau kalian kebetulan lewat, jangan lupa mampir. Tempat jualannya memang sederhana, tetapi baksonya enak. Mengapa enak? Kuncinya terletak pada "tidak pelit". Dia mau menyisihkan sebagian keuntungannya untuk menambah rasa dan kepuasan pelanggan.
Bagi saya, Pak Latief adalah sosok yang menarik. Gigih berusaha di bidangnya sudah pasti. Selain berjualan di tempat ini, dia masih punya 2-3 gerobak lagi yang berjualan keliling. Dia juga rajin beribadah. Sholat tidak pernah lalai. Hari kamis sore, dia pulang kampung, malamnya langsung mengadakan pengajian bersama, esoknya (hari Jumat) dia libur. Selama bulan puasa ini, dia full tidak berjualan.
Sekali lagi selamat ber Idhul Fitri teman-teman, juga Pak Latief. Adalah keuntungan saya dapat mengenal dan bergaul dengan kalian semua. Salam ...
Baca juga proses pembuatan kristik ini: Hari pertama, Hari ke-2 dst.

Kristik hari ke-1
Kristik hari ke 3-5
Kristik hari ke-6
Satu yang membuat kristik foto menarik adalah kuatnya rasa penasaran ketika sedang mengerjakannya. Jari-jari tangan rasanya selalu terpacu untuk terus maju. Tusukan demi tusukan seolah mengejar jawaban "mau jadi apa ya nantinya?". Kemarin saya sudah menyelesaikan satu mata, hidung dan sebagian mulut. Hari ini saya menyelesaikan sebelah pipi dan satu mata lagi. Nah ini dia. Pak Latief sudah benar-benar kelihatan. Rasa penasaran saya hari ini sudah terobati. Besok masih penasaran lagi ngga ya ...? Harus. Kalau tidak, jadilah bosan. Habis itu malas untuk melanjutkan. Sering khan begitu.

Kristik hari 1
Kristik hari 3-5
Hasil Akhir
Keraguan membuat kerja terhambat. Itu yang terjadi pada proses pengerjaan kristik ini. Berawal dari sial saja. Siapa mau disalahkan kalau koleksi benang wol di lemariku dan di toko-toko benang Purwokerto tidak lengkap. Akibatnya beberapa jam aku harus pasang bongkar benang karena ternyata tidak cocok. Setelah akhirnya berketatapan hati dengan pilihan kali ini pun saya masih ragu. Melangkah beberapa tusukan saya berhenti, melihat-lihat lagi cocok apa ngga. Wuuh ...
Walaupun pilihan warna yang saya pakai tetap belum pas di hati, saya terus melanjutkan saja. Saya pikir kalau ragu-ragu terus tidak akan pernah maju. Gampang lah ... nanti kalau ternyata tidak kelihatan bagus, buang saja ... Orang yang mau saya kasih kristik belum tahu ini. Semoga tidak ya ... kasihan khan tenaga beberapa hari terbuang percuma.
Nah ini sudah kelihatan bagian pentingnya: mata hidung dan mulut. Bagaimana pendapat teman-teman? Terlalu gelap ya bagian gelapnya? Aduh sudah sejauh ini ... tolong deh. Atau kita lihat perkembangannya satu dua hari lagi. Eh siapa tahu, dalam konteks yang lebih utuh kelihatan bagus. Semoga ya.

Hari Pertama
Proses
Hasil Akhir
Sesuai janji saya kemarin, saya akan membiarkan teman-teman mengintip satu proyek yang sedang saya kerjakan. Foto di samping adalah hasil kerja saya kemarin malam selama beberapa jam. Belum seberapa, tetapi menarik karena saya menemukan hal baru.
Coba teman-teman perhatikan lebih seksama foto di samping. Terlihat garis kotak-kotak. Ya saya sengaja membuat garis dengan pulpen di kain kristik saya per hitungan 10 tusuk. Posisi garisnya sama persis dengan garis bantu yang ada di pola.
Ternyata garis-garis itu sangat mempermudah saya. Dengan leluasa saya bisa langsung melompati ruang kosong yang sekian jauh hitungannya. Tanpa garis itu, saya harus mengisi terlebih dahulu ruang kosong itu.
Ternyata juga, garis itu menjadi peringatan yang sangat ampuh ketika saya akan jatuh dalam kesalahan. Hitungan yang tidak semestinya dapat langsung ketahuan sebelum terlanjur panjang dan diikuti banyak tusukan salah yang lain. Nah, pembuatan garis bantu ternyata menjadi satu cara untuk "mencegah kesalahan" dalam pengerjaan kristik. Trik sederhana tapi berguna.
Dalam kasus kain dan benang yang saya pakai, garis itu akan hilang tertutup benang. Kalau teman-teman mau mencoba .... silahkan. Hak cipta-nya belum saya urus he he
Refleksi
Dalam hidup, patokan garis lurus yang tegas untuk tingkah laku dan pemikiran, juga sangat membantu untuk menjaga hidup selalu dalam track yang benar. Betul ngga?!



