Kristik foto Pak Sandiaga Uno. Dikerjakan oleh Ibu Yayuk Yutiknowati, Pontianak.
Kristik Foto
Kristik Foto


photo to cross stitch, design in 15 dmc colors. Design by Thomas Gallery Indokristik. Stitched by Eva Indarwati husband. This one of the example, cross stitch done by a man.

 Kata mbak Eva: "Sebenarnya kristik foto ini dikerjakan sepenuhnya oleh suami saya. Selama suami saya berada di Jogja, di sela-sela kesibukannya bekerja. Hanya saat malam saja sebelum beliau beristirahat, beliau menyempatkan membuat kristik ini. Dan akhirnya kristik ini selesai selama kurang lebih 1.5 bulan."

 Saya teringat ketika suatu hari diwawancara sebuah radio di Jakarta. Saya katakan saat itu kristik adalah kegiatan yang sangat sehat untuk mengisi waktu. Mungkin seperti itu yang dilakukan mbak Eva. Untuk mengisi waktu saat jauh dari istri (yang saat itu tinggal di Kalimantan, dan juga mengerjakan satu kristik foto yang lain), suaminya mengerjakan kristik. Selamat ya mbak. Kristiknya jadi dan suami tidak kesepian.
photo to cross stitch design by Thomas Gallery Indokristik. Design in 16 dmc colors. Stitched by Eva Indarwati and her husband. A good sample of cooperation between the husband and wife to create works of art that can be enjoyed by the whole family. Enjoy your life ...
foto de cruzar diseño de la puntada de Thomas Gallery Indokristik. Diseño en 16 colores DMC. Cosido por Eva Indarwati y su marido. Una buena muestra de la cooperación entre el esposo y la esposa para crear obras de arte que puede ser disfrutado por toda la familia. Disfruta de tu vida ...
photo de traverser la point du croix par Thomas Gallery Indokristik. Conception en 16 couleurs DMC. Cousu par Eva Indarwati et son mari. Un bon exemple de coopération entre le mari et la femme pour créer des œuvres d'art qui peut être apprécié par toute la famille. Profitez de votre vie ...


Teman-teman, ini adalah kristik foto karya mbak Eva Purwanto. Dibuat khusus untuk ulang tahun sang papa. Jadi kristik ini dikerjakan dengan kecepatan tinggi, takut nanti tidak jadi. Dia menulis begini: Bapak berikut ini kristik foto orang tua saya, akhirnya selesai juga sebelum bulan Juli padahal saya takut tidak akan bisa selesai pada bulan Juli pas ulang tahun Bapak saya. Kristik ini saya kerjakan hanya saat malam, saat anak saya tidur, kurang lebih 2 jam, itu pun tidak setiap hari. Kristik ini selesai tgl 9 Mei 2011. Selamat ya mbak, semoga kerja keras ini membuat papa semakin berbahagia.


Ini adalah kristik foto karya mbak Anie Darmayanti. Bagus ya. Tiga bulan mengerjakan mendapat hasil yang sepadan. Foto siapa yang akan menyusul.

Kristik foto ini saya selesaikan pada awal Desember ini. Agak lama karena pengerjaannya kadang terhenti oleh kegiatan lain.

Teman-teman, di dunia ini ada jutaan pecinta kristik. Di internet saja sekarang sudah ada jutaan halaman yang berhubungan dengan cross stitch. Beruntunglah kita yang menyukai kristik. Kita telah menikmati sesuatu yang boleh dikatakan bersifat universal.

Dalam berjuta keragaman itu, Indokristik hadir. Hanya titik kecil di tengah lautan pencipta desain yang penuh dedikasi dan berbakat seni tinggi. Saya (sebagai pemilik, direktur dan kuli-nya Indokristik) sudah beruntung ada beberapa teman yang mau melirik hasil buatan Indokristik yang kurang bermutu. Semoga teman-teman yang sudah terlanjur mengerjakan desain saya tidak kecewa.

Saya akan tetap mengembangkan model desain yang khas Indokristik, yaitu minim warna. Kalau saya amati, tidak banyak yang menekuni model ini. Akan bagaimana selanjutnya? Wah otak kecil yang sudah terlanjur tua ini harus belajar lagi ....

Sementara terus membuat pola-pola baru, saya tetap setia pada kristik foto. Di samping ini kristik yang sudah saya kerjakan hampir sebulan (lebih banyak saya tinggalkan karena asyik membuat pola baru).

Tentang desain, ya masih dengan gaya saya. Sedikit warna. Yang saya pakai dalam proyek kali ini 7 warna. Hasilnya seperti yang dapat dilihat. Soal selera tidak bisa diperdebatkan. Ada beberapa teman yang menyukai desain warna minimalis seperti ini (banyak pemesan dari luar Indonesia lebih memilih gaya ini). Beberapa teman lain lebih senang kalau memakai banyak warna. Lebih hidup dan cerah, kata mereka. Ya soal selera ...

Kalau dilihat-lihat, foto itu seperti gambar punggung orang yang menggunakan tshirt dengan hiasan kristik foto. Mengapa tidak. Saya memang berencana membuat rompi atau jaket dengan gambar kristik, tapi tangan belum sampai. Saya menunggu ada teman yang mau mengerjakan .... Siapa mau mencoba?
Share

Cross stitch atau kristik terbaru yang sedang saya kerjakan. Proyek ini saya mulai 24 Juli 2010, untuk seorang teman. Gambar di samping hasil beberapa hari kerja. Tidak sangat cepat karena disambi mengerjakan ini itu.
Kristik kini bukan lagi monopoli wanita. Gambar di samping ini adalah hasil karya Pak Widiyanto dari Cilacap. Di tengah kesibukan beliau berkarya di salah satu instansi pemerintah, masih meluangkan waktu mengerjakan kristik. Sudah menjadi hobi, kata beliau.

Pak Widi membuat saya kagum. Kristik harimau yang dikerjakan ini tergolong besar. Lebarnya kalau tidak salah 60cm, tinggi 1m. Cukup besar, sehingga butuh waktu 1 tahun untuk mengerjakan.

Pola kristik koleksi istri saya masih satu lemari. Dia memang pecinta berat kristik. Kemanapun dia pergi, kristik tidak ketinggalan. Lain kali akan saya tampilkan satu hasil karyanya yang dikerjakan di empat benua. Beli bahan dan mulai dikerjakan di Paris, kemudian dilanjutkan di Luanda (Afrika). Belum selesai dia harus tugas di Kuba (Amerika Latin) dan akhirnya diselesaikan di Purwokerto (Indonesia, tentu).

Bukan mau pamer istri (he he siapa mau ikutan kontes..?) tapi saya hanya mau berceritera bahwa semua pola koleksinya sekarang ditinggalkan. Sekarang dia sangat menikmati kristik foto. Jangan salah, dia tidak saya pekerjakan untuk menyelesaikan pesanan. Dia senang memberi hadiah kepada adik, anak dan keponakan.

Gambar di atas adalah proyek terbarunya. Bagus dan rapi, 10x lipat dari hasil rajutan tanganku. Maklum dia guruku soal kristik.

Share
Ini adalah up date dari foto kristik hasil karya mbak Ira dari Medan (klik di sini untuk membaca ceritera di balik kristik ini). Dengan bingkai yang pas warna dan model ukurannya, karya kristik ini nampak gagah terpasang di dinding rumah. Karya seni yang dikerjakan dengan tangan sendiri memang membanggakan. Bukan untuk menyombongkan diri, tetapi wajar saja hidup seseorang memang harus menghasilkan buah.

Selama ini kita mungkin hidup hanya menjadi bagian kecil dari suatu sistem kehidupan yang sangat besar. Kita bekerja setiap hari tanpa pernah bisa membanggakan hasil akhir yang jelas. Mungkin kita di bagian administrasi dari sebuah proyek pembangunan jembatan. Yang kita kerjakan setiap hari berhubungan dengan angka dan kertas. Ketika proyek itu jadi, sulit rasanya untuk mengatakan "jembatan itu hasil kerjaku". Paling, saya ikut berperan kecil dalam karya itu.

Tanpa sadar lingkungan dan sistem kehidupan modern sudah membuat kita menjadi anonim, bukan siapa-siapa. Padahal jiwa selalu merindukan untuk menghasilkan sesuatu. Nah, di sini kristik atau karya seni sesederhana apapun membuat puas dan bangga karena sudah memenuhi kerinduan jiwa yang terdalam.

Teman-teman, bersemangatlah, terus berkarya. Kita ini bukan robot otomatis untuk keluarga atau sistem masyarakat. Kita ini manusia yang berjiwa seni. salam
Share

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kiriman hasil kristik dari mbak Eva Indarwati (Balikpapan). Karena fotonya belum jelas, saya minta dikirim ulang. Saat ini kita beruntung boleh menikmati hasil perjuangan mbak Eva. Walaupun diselingi sakit, kristik itu selesai juga, cukup cepat dan tentu rapi. Ada juga ceritera menarik yang dia tuturkan begini lengkapnya email yang saya terima.

"Saya & suami puas sekali dengan kristik tersebut Pak, bukannya justru lama ya Pak pengerjaannya?? Saya pikir saya paling lama mengerjakan kristik tersebut, apalagi selama hampir 1 bulan saya di rawat di RS. Berhubung saya dan suami kerja maka kristik ini kami kerjakan sepulang kerja mulai jam 7 malam.
Sebelumnya suami saya tidak bisa membuat kristik Pak, tapi setelah beliau melihat saya mengerjakan kristik tersebut beliau tertarik dan akhirnya belajar. Selama saya di rawat suami sayalah yg mengerjakan kristik tersebut sepulang kerja...he3 lebih rajin suami saya dibandingkan saya Pak... Beliau seperti ketagihan pengen buat kristik wajah lagi Pak..hi3

Share


Hasil kristik Ganesh yang indah. Mbak Ana mengerjakan dengan tangan cantiknya sendiri selama satu tahun. Tekun dan ulet. Melihat hasilnya, sungguh tidak sia-sia. Semua yang indah dan monumental adalah buah dari kekuatan jiwa dan tekad yang kuat membaja. Selamat untuk mbak Ana. Kiriman hasil karya teman lain, saya tunggu.


Teman yang berminat atas pola ini dapat memesan polanya via email. Harga hanya 100rb. Info tentang pola kristik Ganesh
Selama beberapa minggu ini saya mengerjakan kristik Yesus bermahkota duri. Gambar ini saya buat dalam dua alternatif desain. Gambar 1 desain dengan 30 warna benang dmc, harga pola tercetaknya 250rb. Gambar 2 desain dengan 6 warna benang wol, harga paketnya 300rb. Gambar 3 hasil kristik beberapa minggu.
Foto di bawah adalah karya kritik foto kiriman teman kita dari Purbalingga. Sudah dikerjakan dua bulan, disambi kerja ini itu. Belum selesai, tetapi sudah ingin ditampilkan. Terima kasih mbak, pekerjaan yang rapi ...

Share
Sudah agak lama saya terima foto kristik jadi ini. Tidak langsung saya pasang karena masih menunggu kiriman foto lain yang lebih terang. Sayang sekali mbak Ira rupa-rupanya lupa. Ngga apa. Sambil menunggu kita pasang dulu yang ini.



Kristik ini dikerjakan satu setengah bulan. Sangat cepat, dan rapi. Pilihan piguranya juga sesuai. Selamat ya mbak Ira. Foto yang lebih jelas masih ditunggu untuk menggantikan foto yang ini.
Kristik foto ini adalah hasil karya Brigita Saraswati untuk Widya putri tercintanya. Bagus sekali ya. Pengerjaannya rapi, halus dan nampak penuh perasaan. Pantas saja teman-temannya yang melihat hasil kristik itu terkagum-kagum. Dan yang pasti hasil karya ini akan menjadi kenangan abadi. Sampai kapanpun sang putri akan teringat tangan kasih ibunya yang merajut setusuk demi setusuk kristik indah ini, seperti juga dalam kehidupan nyata: membentuk kehidupannya setitik demi setitik. Selamat ya mbak Brigita. Saya tunggu teman lain yang sudah juga menyelesaikan karya kristik ikut meramaikan blog kita ini.
Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri untuk semua teman-teman muslimin. Tidak lupa saya mohon maaf lahir batin (sesungguh-sungguhnya) kalau selama ini pelayanan dan pergaulan saya kurang membuat berkenan. Selamat Idhul Fitri juga untuk Pak Latief.

Sampai saat ini, dia belum tahu kalau saya buatkan kristik foto. Beberapa hari lagi, saya akan membuatnya kaget.

Siapakah Pak Latief itu? Dia adalah penjual bakso di depan kolam renang jalan Gerilya Timur Purwokerto. Kalau kalian kebetulan lewat, jangan lupa mampir. Tempat jualannya memang sederhana, tetapi baksonya enak. Mengapa enak? Kuncinya terletak pada "tidak pelit". Dia mau menyisihkan sebagian keuntungannya untuk menambah rasa dan kepuasan pelanggan.

Bagi saya, Pak Latief adalah sosok yang menarik. Gigih berusaha di bidangnya sudah pasti. Selain berjualan di tempat ini, dia masih punya 2-3 gerobak lagi yang berjualan keliling. Dia juga rajin beribadah. Sholat tidak pernah lalai. Hari kamis sore, dia pulang kampung, malamnya langsung mengadakan pengajian bersama, esoknya (hari Jumat) dia libur. Selama bulan puasa ini, dia full tidak berjualan.

Sekali lagi selamat ber Idhul Fitri teman-teman, juga Pak Latief. Adalah keuntungan saya dapat mengenal dan bergaul dengan kalian semua. Salam ...

Baca juga proses pembuatan kristik ini: Hari pertama, Hari ke-2 dst.


Setelah dikerjakan sekian lama akhirnya kristik keponakan dan dua anak kembarnya selesai juga. Betul-betul lama, 6 bulan lebih. Maklum tidak setiap hari tersentuh. Ya begitulah nasib kristik. Urusan membuat pola atau mengerjakan kristik yang menghasilkan duit, tentu saya dahulukan. Begitu juga urusan rumah tangga baik yang rutin atau tidak, juga saya utamakan. Sisa waktu, kalau pas tidak tertabrak acara malas dan ngantuk baru pegang jarum ke kristik ini.

Ahh lega rasanya. Sudah terpikir satu proyek kristik yang baru. Tadi sudah saya mulai tapi harus saya bongkar lagi karena komposisi benangnya belum pas. Untuk proyek yang satu ini, teman-teman bisa mengintip perkembangannya dari hari ke hari. Mulai besok ya ...

Info----- ukuran pola 250w x 360h stitches, 12 warna. Ukuran jadi (sebelum pigura) 75 cm x 105 cm. Harga paket pola-kain-benang wol Rp 350.000,- Harga jadi Rp 5.500.000,-

Ini adalah karya kristik foto yang dikerjakan oleh istri saya, judulnya "Lirikan Sang Keponakan". Dimensinya lebar jadi 45 cm, tinggi 60 cm. Selesai dalam 1,5 bulan.
Ya, soal kristik mengkristik (dan dalam banyak hal lain dalam hidup nyata), istri adalah guru saya. Di samping hasil buatannya "jauh" lebih rajin dari buatan tangan saya, juga konsisten. Lebih cepat selesai dan lebih hidup. Di waktu luang saya mengerjakan kristik foto keponakan yang lain. Wah, sudah 6 bulan, baru akan selesai besok ... (tunggu postingnya 1-2 hari lagi). Lebih besar sih. Betul-betul lama dan nyaris membuat putus asa. Kalau tidak istri terus mendorong, entah kapan jadinya.
Sekarang saya baru ngerti betul-betul ngerti. Untuk menghasilkan karya besar (dalam hal ini kristik dengan ukuran besar) memang harus punya daya tahan dan tekad yang kuat. Apa mungkin begitu juga yang terjadi dalam hidup nyata?
Info ----------------
harga jadi kristikan ini Rp 2.500.000,-
(termasuk pigura dan ongkos kirim Jawa)
harga paket pola-kain-benang wol-nya Rp 250.000,-
(termasuk ongkos kirim Jawa)