Bagaimana membuat kristik yang cepat selesai? Pertanyaan ini paling sering muncul dari teman-teman pecinta kristik. Nampaknya hampir semua pehobi kristik ingin sekali mengerjakan karya yang dapat cepat diselesaikan, menikmati hasilnya dan mengerjakan proyek yang baru. Wajar, dan saya pun demikian. Ada banyak sekali desain ingin saya kerjakan, tapi harus menunggu "yang satu ini" selesai dulu.

Kadang kala keinginan membuat kristik yang cepat selesai juga karena ada rencana, misalnya mau memberikan karya itu untuk kado. Waktu yang tersisa hanya satu bulan atau setengah bulan sebelum hari h.

Saya tidak mempunyai resep khusus untuk mempercepat pengerjaan kristik. Semua tergantung pada desain yang sedang dikerjakan. Kalau memakai banyak warna, otomatis pengerjaan akan lebih lambat. Kalau intensitas pengerjaannya hanya dengan sedikit waktu, misalnya setiap kali ngristik hanya satu-dua jam kemudian terpotong kegiatan lain baru mengerjakan lagi, juga akan memperlambat proses kerja.


Sebagai solusi, kalau teman-teman ingin memberikan hadiah padahal waktunya tinggal seminggu dua minggu, saya mencoba membuat desain kristik yang minimalis. Sedikit warna (saya hanya memakai 5 warna) dan ukuran tidak terlalu besar. Kalau dalam sehari bisa kristik 5-6 jam desain di atas (ukuran 117wx149h stitches) selesai kurang dari seminggu (dengan kecepatan kristik 3-5 tusukan permenit), antara 35-45jam kerja. Hadiah istimewa pun siap diberikan.

Saya punya sedikit catatan untuk teman-teman. Biasanya kita ingin membuat kristik (terutama foto) dalam keseluruhan profilnya. Ini memang soal selera, tapi pemotongan bagian tertentu saja seringkali juga sangat menawan. Terutama yang ingin cepat-cepat cara ini paling efektif. Nyeni, unik dan istimewa. Singkat pula pengerjaannya.





Hari Pertama
Proses
Hasil Akhir


Sesuai janji saya kemarin, saya akan membiarkan teman-teman mengintip satu proyek yang sedang saya kerjakan. Foto di samping adalah hasil kerja saya kemarin malam selama beberapa jam. Belum seberapa, tetapi menarik karena saya menemukan hal baru.

Coba teman-teman perhatikan lebih seksama foto di samping. Terlihat garis kotak-kotak. Ya saya sengaja membuat garis dengan pulpen di kain kristik saya per hitungan 10 tusuk. Posisi garisnya sama persis dengan garis bantu yang ada di pola.

Ternyata garis-garis itu sangat mempermudah saya. Dengan leluasa saya bisa langsung melompati ruang kosong yang sekian jauh hitungannya. Tanpa garis itu, saya harus mengisi terlebih dahulu ruang kosong itu.

Ternyata juga, garis itu menjadi peringatan yang sangat ampuh ketika saya akan jatuh dalam kesalahan. Hitungan yang tidak semestinya dapat langsung ketahuan sebelum terlanjur panjang dan diikuti banyak tusukan salah yang lain. Nah, pembuatan garis bantu ternyata menjadi satu cara untuk "mencegah kesalahan" dalam pengerjaan kristik. Trik sederhana tapi berguna.

Dalam kasus kain dan benang yang saya pakai, garis itu akan hilang tertutup benang. Kalau teman-teman mau mencoba .... silahkan. Hak cipta-nya belum saya urus he he

Refleksi

Dalam hidup, patokan garis lurus yang tegas untuk tingkah laku dan pemikiran, juga sangat membantu untuk menjaga hidup selalu dalam track yang benar. Betul ngga?!


Atas permintaan seorang teman, saya memasukkan kotak-kotak kosong yang dapat langsung digunakan untuk membuat pola. Kadang-kadang, kita kepingin kristik yang sedang kita buat ditambahi tulisan tertentu. Nah, dengan kotak-kotak ini kita bisa merancang huruf demi huruf. Coba saja ...

Klik saja gambar di samping, setelah membesar klik dengan mouse kiri, lalu pilih "save as" (simpan di compi kamu). Kamu bisa buka lagi dengan program paint (bawaan windows) dan print di sana.
Atau, kamu juga bisa langsung "print".

Kalau kamu sudah membuat rancangan huruf atau ornamen atau border ... kirim ke indokristik ya ... biar teman lain bisa menggunakan juga.
LABEL - -

Beberapa hari lalu, saya tiba-tiba mempunyai ide mau memberi hadiah ulang tahun berupa kristik foto wajah. Sengaja saya buat kecil, hanya bagian inti dari wajah. Saya kepingin dalam sehari semalam kristik itu selesai. Pigura sudah siap, pola dan kain benang kristik juga sudah tersedia. Persis malam hari sebelum hari ultah, saya mulai mengerjakan ...
... saya tinggal bobo dulu ya: Purwokerto mendung ... enak untuk tidur.
Info------
harga kristik jadi ukuran ini (24 cm x 30 cm) Rp 750.000,-
(termasuk pigura dan ongkos kirim Jawa)
harga paket pola-kain-benang(wol) Rp 150.000,-
(termasuk ongkos kirim Jawa)


ternyata sampai sore hari esok harinya, ketika kami sudah mendapat kiriman mie panjang umur kristik itu belum selesai. Padahal semalam sudah saya lembur. Pagi-pagi ketika saya belum bangun, istri saya sudah menyambung kristik yang saya tinggal. Saya ambil alih lagi setelah pagi minum kopi. Sampai mata terasa pegal ... tidak selesai juga.
Apakah teman-teman pernah mempunyai proyek kristik ngebut mengejar target seperti saya? Apakah target waktu saya tadi realistis?
Pola yang saya kerjakan berdimensi 70w x 100h stitches, dan hanya memakai 5 warna. Kecil dan sederhana. Pola yang tercetak pun hanya satu halaman kuarto. Dalam perhitungan ngawur saya, mestinya itu dapat selesai dalam sehari semalam. Saya lupa satu hal: yaitu kecepatan ngristik saya berapa tusukan sih per menit, dalam satu jam dapat menyelesaikan berapa banyak.
Itulah kunci untuk memperkirakan berapa lama suatu proyek kristik selesai. Hitungannya begini: saya ambil contoh pola yang saya kerjakan kemarin.
Dimensi pola 70 x 100 tusukan, berarti total 7.000 tusukan. Dengan kecepatan 10 spm (istilah saya: stitches per minute), dalam 60 menit saya dapat mengerjakan 600 tusukan, kristik itu akan selesai dalam 11,6 jam (7000 : 600). Dengan kecepatan 5 spm, selesai dalam 23 jam.
Sebenarnya hitungan saya realistis. Saya memperkirakan kecepatan kristik saya 5 spm. Jadi dalam sehari-semalam proyek itu akan selesai. Tapi rupanya hitungan itu meleset. Kecepatan sebenarnya kristik saya tidak mencapai 5 spm.
Saya dulu menghitung kecepatan tangan saya ketika membuat blok satu warna. Benar saya bisa mencapai 10 spm. Tapi itu rupanya "top speed" yang tidak akan bertahan lama. Ketika konsentrasi sudah menurun pasti akan segera menjadi lebih lamban. Masuk ke daerah rumit ditambah harus ganti warna, kecepatan itu akan lebih berkurang lagi. Karena itulah saya menduga kecepatan saya sekitar 5 spm. Ternyata salah juga. Yang benar mungkin hanya 3 spm.
Dengan kecepatan 3 spm pola itu baru akan selesai dalam 39 jam non-stop. Kalau dalam sehari saya hanya bisa mengerjakan selama 8 jam maka kristik itu baru akan selesai dalam 5 hari.


Rumus hitungan:
jumlah total tusukan (jumlah panjang x lebar pola) mis. 7000
dibagi
kecepatan kristik permenit, mis. 5 tusukan (7000 : 5 = 1400)
dibagi
60 (satu jam) jadi 7000 : 5 : 60 = 23,3 jam
= jumlah total jam yang diperlukan secara keseluruhan


Cara Menghitung Kecepatan Kristik
Saya menghitung kecepatan kristik saya ketika melakukan blok satu warna. Rupanya itu tidak tepat. Kalau teman-teman mau menghitung kecepatan kristik pribadi, saya kira lebih tepat memakai cara di bawah ini:

Tentukan area dalam pola untuk dikerjakan, misalnya supaya lebih akurat 20 x 10 hitungan. Pilih area pola yang tidak hanya satu warna dan beraneka bentuk. Tandai waktu ketika memulai mengerjakan area itu. Kerjakan dengan "kecepatan kamu yang biasa" hanya area yang dipilih itu sampai penuh semua dan benar. Hitung menit yang diperlukan sampai selesai. Lalu hitung lagi 200 dibagi menit yang kamu pakai, misalnya 40 menit. Jadi kecepatanmu 5 spm (stitches per minute) tusukan per menit. Gampang khan.

Kalau kamu sudah ketemu kecepatan rata-rata kristikmu, kamu dengan gampang pula dapat memperkirakan berapa jam yang diperlukan untuk menyelesaikan satu pola.

Teorinya begitu, tapi khan ada anak nangis, ada suami minta kopi, ada tetangga yang datang berkunjung .... ya itulah hidup. Tidak ada rencana yang sempurna.
Satu dari sekian banyak yang ingin saya bagikan kepada teman-teman adalah tema ini. Setiap orang (saya kira) yang membuat kristik pasti pernah mengalami hal ini. Kebanyakan kesalahan ada dalam hitungan: kelebihan satu, kurang satu, atau ada satu bagian (beberapa hitungan) yang terlewat tidak dikerjakan. Sialnya, kesalahan baru diketahui setelah melangkah lebih jauh. Mestinya tusukan (sulam kristik) ini ketemu yang ini tetapi kok malah dua baris di atasnya. Wah pasti deh ada yang salah. Setelah ditelusur ke belakang (untuk yang satu ini perlu konsentrasi ekstra: mencocokkan kode pola dengan yang sudah dikerjakan di kain kristik), ternyata yang salah bukan rombongan yang baru saja dikerjakan. Pekerjaan hari kemarin lah yang salah. Harus bongkar-bongkar agak banyak. Waduh, kerja dua kali ... apaboleh buat!

Pernah mengalami yang seperti ini khan?
[maaf tulisan saya teruskan nanti sesudah membuat puding uji coba ... kalo jadi resepnya saya bagi deh.]

[Akhirnya saya dapat kembali lagi ke layar ini, setelah dua hari pergi dengan pamit hanya untuk bikin puding. Makanan apa gerangan yang harus dibuat sekian lamanya? Ah ngga. Saya hanya memblender tape singkong. Merebusnya dengan tambahan sedikit air dan kemudian mencampurnya dengan serbuk agar-agar. Bahan lengkapnya kapan-kapan pasti saya posting. Yang jelas saat ini, makanan itu sudah masuk kulkas, keluar, masuk perut dan sudah keluar lagi. Enak dan eksotik ....]

Kembali ke pokok soal. Kesalahan nampaknya memang menjadi bagian yang sulit dihindarkan dari proses mengerjakan kristik. Nanti saya ingin menuliskan beberapa kiat atau tips untuk mengurangi resiko salah itu. Tapi sebelumnya saya mau menuliskan dulu apa yang dikatakan istri saya tentang kesalahan dalam meng-kristik dan dalam hidup.

Kesamaan
  1. Kesalahan dalam mengerjakan kristik dapat dijadikan gambaran kesalahan dalam hidup. Keduanya sama-sama menghasilkan akibat yang tidak baik, atau merusak tatanan yang mestinya indah dan membahagiakan. Garis dalam gambar kristik menjadi tidak lurus, bentuk menjadi tidak sempurna. Dalam hidup kesalahan langkah atau keputusan bisa membuat rencana yang sudah terjadwal gagal, hubungan yang selama ini harmonis menjadi berantakan. Semacam itu.
  2. Satu kesalahan dalam kristik akan membuat langkah pengerjaan selanjutnya menjadi sangat sulit atau macet sama sekali. Kesalahan dalam hidup menghasilkan efek yang serupa. Satu kali saya mengucapkan kata bohong, untuk selanjutnya saya harus membuat berpuluh-puluh kata bohong untuk meyakinkan kalau yang saya katakan itu bukan bohong. Kesalahan baik dalam kristik maupun dalam hidup mempunyai efek berantai. Sebelum kesalahan itu disadari dan dikoreksi, langkah-langkah di belakangnya ikut-ikutan menjadi salah.
  3. Hanya ada satu cara jitu untuk mengoreksi kesalahan baik untuk kristik maupun untuk hidup yaitu "dibongkar" dan "dikerjakan ulang". Keduanya sama-sama tidak menarik, butuh tekad ekstra. Tapi, apaboleh buat tidak ada cara lain.
  4. Maka: berhati-hati, teliti, dan konsentrasi adalah yang terbaik untuk mengerjakan kristik. Juga terbaik untuk menjalani hidup. Jangan sampai salah langkah, salah kata, salah keputusan, salah ambil, dst

Perbedaan

Ada satu perbedaan besar. Kalau dalam kristik, kesalahan setelah dibongkar dan dikerjan ulang beres sudah. Setelah selesai, kristik itu tetap sempurna, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Lain halnya dalam hidup. Membongkar kesalahan dalam hidup sendiri, tidak semudah mengurai benang yang sudah terlanjur meliuk-liuk di kain kristik. Mengakui diri sudah melakukan salah saja sulit apalagi "membongkarnya". Banyak kali itu serupa dengan serangan terhadap harga diri. Apalagi kalau orang lain yang menunjuk salahnya atau orang lain mau ikut campur mengurusi.

Kalau kesalahan sudah dibongkar, langkah hidup sudah dikoreksi, saya sudah menjadi orang yang benar kembali. Benarkah? Betul saya saat ini sudah tidak lagi melakukan kesalahan. Tetapi apapun yang sudah saya lakukan (apalagi kesalahan) selalu meninggalkan jejak. Hati saya masih menyimpan rasa salah dan kadang-kadang rasa itu membuat sedih, mengurangi rasa percaya diri, membuat takut, dsb. Orang-orang di sekitar pun perlu waktu untuk memaafkan saya, mengatur langkah dan perasaan agar selaras kembali dengan hidup saya pasca kesalahan itu. Lama-kelamaan efek itu baik pada diri sendiri maupun orang lain akan berkurang, dan akhirnya terlupakan. Waktu punya cara yang ajaib untuk menyembuhkan luka hidup. Syukurlah.

Tapi ingatlah satu hal lagi. Tidak ada yang luput dari tangan sejarah untuk mencatatnya. Sekali saya buat, begitulah yang tercatat dalam sejarah hidup saya. Dalam arti ini, kesalahan dalam hidup sebenarnya tidak bisa dikoreksi seperti halnya dalam kristik. Semua yang kita lakukan dalam hidup, satu demi satu menempel dalam dinding sejarah, menjadi mosaik buruk indahnya hidup. Kesalahan tidak bisa dihapus, tetapi warna noraknya atau garis menyimpangnya dapat disamarkan, dimodifikasi dengan warna dan langkah hidup yang indah di depannya.

Teman-teman, sekali lagi dengarkan nasehat bijak ini (karena keluar dari saya yang sudah mulai dianugerahi rambut putih gratisan tanpa perlu beli cat rambut): berhati-hati, teliti dan berkonsentrasilah dalam hidup.

Lebih baik terkenal sebagai orang bodoh (itu saya sudah menyandangnya) tetapi baik dan benar (itu kalian, yang memang orang-orang baik) dari pada ngetop jadi orang pandai dan sukses tetapi terlalu rajin mengoleksi kesalahan.

Selanjutnya saya akan mengurai [1]. Cara mengurangi resiko salah dalam mengerjakan kristik, dan [2]. Cara mengatasi kesalahan dalam kristik. Saya siapkan dulu ya ... tunggu aja.





Dengar-dengar, di sejumlah negara maju, kaum muda banyak yang mulai gemar merajut, seperti para nenek mereka. Pasti ada alasannya. Saya menduga, merajut, meng-kristik atau pekerjaan tangan yang lain setidaknya mempunyai tiga manfaat.

Pertama: Latihan Jiwa
Pekerjaan ketrampilan tangan apapun pokoknya yang memerlukan ketekunan dan kesabaran adalah latihan yang sangat baik untuk membentuk jiwa yang tenang, teliti dan sabar.

Kedua: Kepuasan Batin
Walaupun barang hasil kerajinan tangan nampaknya sederhana tetapi pasti memberikan kepuasan batin yang dalam. Kita hidup di jaman dengan kecenderungan serba instan dan konsumtif. Hasil karya tangan sendiri sangatlah berarti. Kita memberi keyakinan kepada diri sendiri: tanganku, hidupku ternyata tidak hanya bisa memakai tetapi juga menghasilkan sendiri. I am a creator.

Ketiga: Mengisi Waktu dengan Kreatif
Selalu dalam hidup ini ada saatnya kita tiba-tiba bingung: sekarang ini mau bikin apa ya? Kekosongan seperti ini sering kita alami pada saat menunggu atau dalam jeda ketika tidak ada acara berarti yang terjadwalkan. Sementara itu batin jernih kita tidak pernah berhenti menginginkan kegiatan yang bermakna. Mengerjakan ketrampilan tangan adalah cara yang sangat baik untuk mengisi waktu kosong ini (to kill the time). Ketika mengerjakannya, setidaknya kamu terhindar dari melakukan yang jahat atau distruktif. Dengan cara itu kita menyelamatkan diri sendiri dari jebakan lobang hitam yang bisa menyedot kita entah kemana.

Kristik mempunyai manfaat yang dimiliki semua pekerjaan tangan. Lebih dari itu, kristik adalah cara yang amat jitu (setidaknya saya sendiri sudah membuktikan) sebagai terapi praktis untuk meredakan marah, menenangkan emosi, menghalau kecemasan dan meluruhkan kesedihan. Buktikan saja.
Untuk memesan pola kristik, teman-teman harus mengirim foto. Kesulitan ada di sini. Banyak foto yang mau dijadikan pola adalah foto lama, alias sebelum ada kamera digital atau hp berkamera. Bagaimana caranya agar foto itu dalam sekejap mata dapat berubah menjadi file jpg yang siap edit dan kirim? Gampang.
Keluarkan foto dari rumahnya yang berupa album foto atau frame pigura. Pokoknya telanjangi dia agar lapisan plastik atau kaca tidak mengaburkan hasil (karena bias sinarnya).
  1. Masukkan ke mesin scan (bersyukurlah kalau kantor punya alat ini, kalau tidak numpang ke teman atau ke rental). Dalam beberapa menit beres.
  2. Seandainya tidak tersedia scanner, jangan kuatir. Ada cara yang lebih gampang.
  3. Bawa foto yang sudah kamu telanjangi itu ke teras rumah atau tempat lain dengan penerangan alami tetapi tidak ada bayang sinar matahari. Usahakan lakukan ini pada siang hari. Malam hari gelap khan.
  4. Jepret dengan kamera digital, tapi TANPA BLITZ. Biar yakin jepret beberapa kali, pokoknya mencari yang paling tajam.
  5. Hasil jepretan yang tajam bisa langsung dikirim, atau kalau kebetulan sedikit biasa mengolah foto dengan program seperti Adobe atau Corel: edit dulu misalnya dikroping sesuai keinginan.
Saya kira cara ini sangat praktis untuk mendokumentasikan foto lama ke dalam file digital. Selamat mencoba.

Waktu adalah momok bagi semua pehobi kristik. Maunya mengerjakan banyak karya kristik tetapi nyatanya untuk menyelesaikan satu kristik saja butuh waktu berbulan-bulan. Bagaimana solusinya? Saya dan istri pernah berangan-angan bagaimana seandainya ada mesin pengkristik. Nampaknya belum ada orang yang sungguh berniat menciptakannya. Pada akhirnya para pengkristik harus tetap mengandalkan kekuatan tangan sendiri ... nasib.


Tapi jangan putus asa. Kalau kebetulan kamu sedang mengerjakan kristik yang besar dan mulai terasa bosan. Ambil cuti sebentar. Simpan baik-baik semua kelengkapan kristik itu. Jangan lupa tandai dengan jelas bagian terakhir yang dikerjakan. Lalu mulailah mengambil kristik selingan yang kecil, yang pasti bisa dikerjakan dalam tempo 1-2 minggu. Jangan lebih, takut nanti yang lama keterusan ditinggalkan.


Kristik foto sebenarnya dapat menjadi selingan kristik yang sangat efektif. Pola kristik foto ukuran kecil dengan jumlah warna maksimal 6 pasti selesai dalam 1-2 minggu. Kristik foto diri saya dapat selesai dalam 8 hari. Pola sederhana di gambar atas dapat selesai kurang dari 7 hari. Asyik khan.
Gampang: pastikan kristik yang akan kamu kerjakan benar-benar kamu sukai. Kecuali kalau kamu profesional, membuat kristik untuk dijual. Pada umumnya kita membuat kristik sebagai hobi atau kesenangan. Apalagi yang diharapkan kalau yang kita kerjakan tidak betul-betul gambar yang kita senangi?

Tips kedua: jangan meninggalkan kristik pada saat bermasalah tanpa dibereskan dahulu. Kesalahan ini (seperti dalam hidup biasa) akan membayang, membuat tangan ini enggan untuk meneruskan lagi.

Tips ketiga: sesuaikan pola yang kamu pilih (besarnya, tingkat kesulitannya, jumlah warnanya) dengan kemampuan (waktu dan ketrampilanmu). Kalau waktumu memang tidak banyak, paling bijak memilih kristik yang kecil. Kristik yang terlalu besar, tidak cepat selesai beresiko besar ditinggalkan di tengah jalan.

Pehobi kristik selalu rakus. Setiap kali melihat pola bagus di toko, selalu tergoda untuk memilikinya. Ini adalah godaan. Maka tips keempatnya: jauhkan untuk sementara matamu dari desain-desain baru. Ingat, tangan yang mengerjakan kristik tidak secepat mata yang haus melirik pola baru. Berkonsentrasi hidup-matilah dengan yang sedang kamu hadapi.

Tips kelima: pastikan kelengkapan kristiknya aman sampai selesai. Jangan sampai jarum satu-satunya hilang. Beberapa pemula berhenti di tengah jalan karena ini. Usahakan strimin (terutama kalau pakai yang plastik) terjaga keawetannya. Caranya? Dengan memasukkan kembali ke dalam plastik setiap kali berhenti mengerjakan kristik. Sedikit repot tapi berguna untuk mengawetkan strimin. Juga pastikan benang cukup sampai selesai. Kalau ada kurang benang jangan sampai benang habis sampai helai terakhir baru cari tambahan. Sulit. Jauh sebelum itu, carilah dahulu tambahannya.

Tips keenam: berdoalah. Ketika mengerjakan kristik, selain berkonsentrasi dengan pola, benang dan strimin, sisakan rohmu juga untuk berdoa. Bukan sok suci, tapi ingatlah yang sedang kamu kerjakan nantinya akan menghiasi dinding rumahmu atau rumah orang yang akan kamu hadiahi. Bukankah kamu ingin hasil karyamu nantinya akan benar-benar membawa suasana: indah, agung, damai dan menenteramkan? Isilah dengan doa. Bila kamu berdoa dalam setiap tusukannya, coba hitung berapa banyak doa yang menyertai kristikmu. Dan, dengan cara ini kamu akan mendapat bantuan 'dari atas' untuk menyelesaikan karyamu ... Amin.

nb. kalau ada teman yang mempunyai tips lain, bolehlah dikirim untuk memperkaya, kirim saja via email ke saya untuk dipublikasikan.
Berikutnya: Cara mempercepat pengerjaan kristik
Kristik macet adalah kisah biasa para pehobi kristik. Istri saya punya lebih dari 3 kristik macet. Kristik "the last supper" paket beli dari toko gara-gara ada salah hitung satu baris tapi sudah terlanjur banyak pengikut salahnya, jadi dihentikan. Padahal sudah 75% selesai. Kristik "Yesus naik ke surga" mengalami nasib serupa karena dia merasa tidak cocok dengan salah satu unsur warna. Begitulah.

Ada juga yang tertolong. Bakal kado untuk teman istri yang pulang naik haji kurang satu hitungan di tengah, padahal nyaris selesai. Keluarlah jurus cerdasnya. Kristik dipotong persis di daerah salah, dan disambung lagi dengan koreksi hitungan yang benar. Alhasil satu kristik bergambar Kaabah dapat utuh dihadiahkan.

Campur tangan saya juga pernah menyelamatkan satu kristikan istri. Sudah berbulan-bulan dia membuat kristik 9 kuda. Besar dan bagus. Mungkin karena bosan dan strimin plastiknya sudah banyak rusak, kristik itu ditinggalkan. Agak lama disimpan begitu saja, sampai saya tertarik untuk menyelesaikannya. Selesai juga. Hasilnya sekarang sudah dihadiahkan ke teman pengusaha di Purwokerto.

Putus asa dan rasa bosan adalah racun untuk kristik. Bisa orang putus asa karena sudah mengerjakan kristik begitu lama tetapi belum selesai juga. Kapan selesainya? Bisa juga putus asa karena ada kesalahan hitungan atau kerusakan strimin.

Bosan adalah penyakit saya sendiri. Ada satu kristik foto (masih menggunakan desain lama yang tanpa software special) yang saya tinggalkan. Sayang sekali. Beberapa kali terutama ketika mengerjakan kristik besar, saya sebenarnya merasa bosan. Di kepala saya sudah gentayangan gagasan untuk mengerjakan pola baru. Apakah seperti itu juga yang dirasakan teman-teman?

Bagaimana cara mencegah kristik macet? Tunggu posting berikutnya....
Ini adalah karya istri saya yang baru saja selesai. Kasihan. Kode pada pola kristik ini luar biasa tidak jelasnya. Dia sangat tersiksa. Lebih dari enam bulan harus mengerjakan ini. Sementara itu saya sudah asyik ber-kristik-ria dengan desain buatan sendiri yang pasti jelas kodenya dan lebih cepat dikerjakan. Segera setelah kristik ini selesai, dia segera mengerjakan desain buatan suami sendiri ... bangga tentu!
Apakabar teman-teman? Saya harap tidak ada yang kena flu. Saat ini musim sedang amburadul. Setiap sore Purwokerto hujan, kecil-kecil tapi tidak berhenti sampai malam bahkan pagi. Nasehat terbaik yang dapat diberikan: cukup makan, cukup istirahat dan tentu cukup uang..

Saya akhir-akhir ini menerima beberapa email dari teman yang sudah mulai mengerjakan kristik foto. Isinya rata-rata menggembirakan.
"... mas betul-betul asyik. Mula-mula aku agak ogah-ogahan tapi semakin lama semakin penasaran. Aku terus menerus terpancing untuk segera menyelesaikan kristik ini ... " tulis Erlita dari Jakarta.
"... Pak ternyata membuat kristik foto rasanya lain dengan membuat kristik yang biasa. Saya merasa lebih puas ... " (Wati, Semarang)
"... Sensasional! Aneh ada rasa seperti itu. Tiba-tiba, apalagi setelah kristikku hampir selesai, sudah kelihatan hasilnya, aku merasa seperti seniman. Hi hi ternyata tanganku bisa menghasilkan barang seni yang berharga ..." (Linda, Denpasar)
"... Mas Thomas, kristik foto bikin ketagihan ..." (Rose, Jakarta)

Saya bisa mengerti kegembiraan dan antusiasme mereka. Syukurlah, kristik foto betul-betul membuat orang senang. Bukankah itu tujuan kita menekuni hobi? Untuk itulah saya berusaha membantu siapapun yang minta dibuatkan pola untuk kristik foto. Kristik yang satu ini memang beda, saya sudah merasakan sendiri. Selain kode-kodenya jelas nggak bikin pusing, cepat selesainya, dan pasti memberikan kepuasan yang tiada tara. Mungkin, karena kristik foto adalah hal baru, kamu masih bertanya-tanya: apa nggak sulit, apa mungkin, bagaimana caranya, dsb.
Kalau kamu penasaran dan kepingin mencoba saya bantu. Kirimkan saja foto via attachment email ke saya. Segera nanti saya kirim contoh desain kristik foto kamu. Gratis! Saya kepingin kalian dapat mencicipi asyiknya membuat kristik foto.